Harga minyak Brent kembali naik di atas USD108 per barel dan WTI mendekati USD95 per barel pada Jumat (27/3/2026), berbalik dari pelemahan sebelumnya di tengah keraguan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran dapat segera mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Laporan menyebutkan Pentagon tengah mempertimbangkan pengiriman hingga 10.000 tambahan pasukan darat ke Timur Tengah, sementara Iran dikabarkan memobilisasi lebih dari 1 juta pasukan sebagai respons.
Sementara itu, mengutip Trading Economics, Presiden AS Donald Trump memperpanjang tenggat rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran hingga 6 April guna memberi ruang negosiasi, seraya menyebut pembicaraan dengan Teheran berlangsung “sangat baik”.
Trump juga menyatakan Iran telah mengizinkan 10 kapal tanker minyak melintas melalui Selat Hormuz pekan ini sebagai bentuk itikad baik, sementara Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan program asuransi untuk mendukung pelayaran di jalur tersebut akan segera dimulai.
Analis Sucden Financial mengatakan, dikutip Dow Jones Newswires, konflik di Timur Tengah masih belum terselesaikan, dengan serangan yang terus berlanjut dan belum ada kemajuan berarti dalam pembukaan kembali Selat Hormuz, sehingga premi risiko di pasar energi tetap tinggi.