sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Saham ENRG-AKRA Cs Menguat di Tengah Memanasnya Harga Minyak

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
27/03/2026 15:00 WIB
Saham sektor minyak dan gas (migas) cenderung menguat pada Jumat (27/3/2026) seiring menguatnya harga minyak dunia.
Saham ENRG-AKRA Cs Menguat di Tengah Memanasnya Harga Minyak. (Foto:
Saham ENRG-AKRA Cs Menguat di Tengah Memanasnya Harga Minyak. (Foto:

IDXChannel – Saham sektor minyak dan gas (migas) cenderung menguat pada Jumat (27/3/2026) seiring menguatnya harga minyak dunia akibat masih memanasnya konflik di Timur Tengah yang kembali mendorong premi risiko energi global.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 14.50 WIB, saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) melompat 10,45 persen ke Rp1.585 per unit.

Selain soal harga minyak, kenaikan saham Grup Bakrie tersebut seiring kabar cadangan minyak baru melalui anak usahanya, PT EMP Tunas Energi dari sumur eksplorasi Cenako-1 Twin di blok South CPP, Riau, Sumatera.

Di bawah ENRG, saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) meningkat 5,26 persen ke Rp200 per unit, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) terkerek 3,01 persen, dan PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) naik 4,31 persen.

Sementara, ELSA dan MEDC kompak stagnan.

Berbeda, dua emiten migas milik Happy Hapsoro, RAJA dan RATU, justru terkoreksi masing-masing 1,32 persen dan 1,67 persen.

Harga minyak Brent kembali naik di atas USD108 per barel dan WTI mendekati USD95 per barel pada Jumat (27/3/2026), berbalik dari pelemahan sebelumnya di tengah keraguan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran dapat segera mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Laporan menyebutkan Pentagon tengah mempertimbangkan pengiriman hingga 10.000 tambahan pasukan darat ke Timur Tengah, sementara Iran dikabarkan memobilisasi lebih dari 1 juta pasukan sebagai respons.

Sementara itu, mengutip Trading Economics, Presiden AS Donald Trump memperpanjang tenggat rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran hingga 6 April guna memberi ruang negosiasi, seraya menyebut pembicaraan dengan Teheran berlangsung “sangat baik”.

Trump juga menyatakan Iran telah mengizinkan 10 kapal tanker minyak melintas melalui Selat Hormuz pekan ini sebagai bentuk itikad baik, sementara Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan program asuransi untuk mendukung pelayaran di jalur tersebut akan segera dimulai.

Analis Sucden Financial mengatakan, dikutip Dow Jones Newswires, konflik di Timur Tengah masih belum terselesaikan, dengan serangan yang terus berlanjut dan belum ada kemajuan berarti dalam pembukaan kembali Selat Hormuz, sehingga premi risiko di pasar energi tetap tinggi.

Harga Brent melonjak sekitar 50 persen dan WTI sekitar 40 persen sejak konflik dimulai, setelah Teheran secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur sempit yang menjadi rute sekitar seperlima aliran energi global. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement