Kepala Pengembangan Bisnis XS.com Simon-Peter Massabni mengatakan, serangan dari Yaman terhadap fasilitas energi Arab Saudi menambah sumber risiko baru bagi pasar minyak. Kekhawatiran pasar kini tidak lagi hanya berpusat pada Iran dan Selat Hormuz.
"Ancaman tersebut tidak lagi terbatas pada satu titik sempit, tetapi kini mencakup potensi gangguan yang menyebar ke jalur ekspor regional, fasilitas produksi minyak, serta infrastruktur energi lainnya," kata Massabni, seperti dikutip Reuters.
Presiden AS Donald Trump juga memperingatkan bahwa AS dapat menyerang Pickaxe Mountain di Iran, yang berada di dekat fasilitas pengayaan uranium Natanz yang mengalami kerusakan parah.
Trump mengatakan perang kemungkinan berlangsung hingga melewati pemilihan umum paruh waktu AS pada November.
Kondisi tersebut membuat pasar minyak menghadapi risiko gangguan pasokan yang semakin luas, sekaligus menopang sentimen terhadap saham-saham migas di Bursa Efek Indonesia. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.