Presiden Direktur BUMI, Adika Nuraga Bakrie menjelaskan, akuisisi JML selaras dengan strategi perseroan melakukan diversifikasi usaha dengan menargetkan porsi batu bara termal dan batu bara nontermal 50:50 pada 2031. Transformasi ini dirancang untuk memperkuat ketahanan eprseroan menghadapi siklus komoditas.
Dia mengatakan, JML memiliki aset emas berkadar tinggi yang siap memasuki tahap produksi dalam waktu dekat dan berpotensi mendongkrak pendapatan secara signifikan. Kehadiran aset emas ini melengkapi platform tembaga yang belum lama ini diakuisisi.
Saham anak usaha BUMI, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) meningkat 10,17 persen ke Rp1.305 per unit, mendekati level tertinggi sepanjang masa (ATH) pada 15 Desember 2025, yakni di Rp1.335 per unit.
Selain itu, saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) melambung 9,35 persen ke Rp152 per unit, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) terapresiasi 4,88 persen, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menguat 3,33 persen, dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) 1,10 persen.
Khusus untuk DEWA, perseroan kian mematangkan pipa kontrak baru seiring rencana ekspansi operasional pada 2026.