Meski demikian, peningkatan laba diperkirakan tetap terbatas. Penurunan biaya subkontrak memang menopang perbaikan laba kotor, namun kebutuhan capex yang lebih besar untuk pengadaan alat berat berpotensi menahan ekspansi margin.
Dengan demikian, HP Sekuritas masih mengambil sikap konservatif terhadap laba DEWA, di mana estimasi laba 2026 tetap berada di bawah konsensus pasar meskipun proyeksi pendapatan relatif sejalan.
Dari sisi struktur permodalan, proses reklasifikasi ekuitas DEWA juga terus berlanjut. Penyesuaian saldo rugi ditahan telah memperoleh persetujuan prinsip dan kini tengah ditelaah bersama oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan auditor eksternal.
Dalam tinjauan terbaru, OJK menetapkan penyesuaian selisih kurs sebesar Rp2,2 triliun, naik dari sebelumnya Rp2,1 triliun. Manajemen optimistis persetujuan final dapat diperoleh, bersamaan dengan penyelesaian proses impairment aset tidak produktif yang ditargetkan rampung pada kuartal IV-2025.
HP Sekuritas menilai langkah-langkah tersebut akan memperkuat fleksibilitas jangka panjang DEWA, sekaligus membuka peluang aksi korporasi ke depan, termasuk penerbitan obligasi untuk mendanai ekspansi maupun pembagian dividen guna meningkatkan kepercayaan investor. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.