Dia mencontohkan, penguatan tidak hanya terjadi pada saham Grup Barito milik Prajogo Pangestu, tetapi juga terlihat pada konglomerasi lain di pasar.
“Sebut saja contoh saham-saham Happy Hapsoro dan Grup Bakrie,” katanya.
Michael menambahkan, arah saham konglomerasi ke depan masih akan sangat bergantung pada keputusan indeks global berikutnya, terutama dari MSCI yang akan melakukan rebalancing besar pada Mei.
“Saham konglo masih perlu menunggu kejelasan dari indeks MSCI, karena saat ini akan terjadi rebalancing besar-besaran global pada Mei,” ujarnya.
Dia berharap status Indonesia tetap dipertahankan sebagai emerging market sehingga arah saham konglomerasi menjadi lebih jelas.