Tekanan juga datang dari kelompok energi dan konglomerat besar, di antaranya BYAN turun 2,95 persen ke Rp12.325, BREN melemah 2,16 persen ke Rp5.675, BRPT turun 2,14 persen ke Rp1.375, serta DSSA terkoreksi 1,30 persen ke Rp62.525.
Sementara itu, saham CUAN turun 1,70 persen ke Rp1.155 dan AMMN melemah 1,60 persen ke Rp4.920.
Dari sektor perbankan, saham bank besar turut menekan IHSG dengan BMRI turun 1,21 persen ke Rp4.910, BBRI melemah 0,85 persen ke Rp3.510, dan BBNI turun 0,50 persen ke Rp4.020.
Pelemahan saham bank besar ini memperkuat tekanan indeks karena bobotnya yang signifikan terhadap pergerakan IHSG.
Koreksi saham-saham berkapitalisasi jumbo tersebut mencerminkan aksi ambil untung jangka pendek setelah reli tajam sehari sebelumnya, di tengah kehati-hatian investor terhadap perkembangan konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran yang masih berpotensi memicu volatilitas pasar global.