AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Saham Meroket 55,37 Persen, Surya Biru (SBMA) Optimis Bisnis Meningkat Pesat

MARKET NEWS
Aditya Pratama
Senin, 13 September 2021 08:21 WIB
PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) sukses membukukan peningkatan harga saham hingga 55,37 persen sejak melakukan penawaran umum perdana saham (IPO).
Saham Meroket 55,37 Persen, Surya Biru (SBMA) Optimis Bisnis Meningkat Pesat. (Foto: MNC Media)
Saham Meroket 55,37 Persen, Surya Biru (SBMA) Optimis Bisnis Meningkat Pesat. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) sukses membukukan peningkatan harga saham hingga 55,37 persen sejak melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Kondisi ini membuat perseroan merasa oprimis bisnisnya ke depan akan kian meningkat pesat seiring dengan permintaan yang terus mengalir.

Hal ini sejalan dengan kenaikan aktivitas tambang batu bara dan migas yang terjadi saat ini. Diketahui saat ini harga batu bara mencapai USD150 per metric ton dan diperkirakan akan meningkat pesat.

Direktur Operasional SBMA, Iwan Sunyoto mengatakan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang diperkirakan akan terus meningkat ini, SBMA siap meningkatkan volume produksinya dari 2 juta liter per tahun menjadi 10 juta liter per tahun atau naik lima kali lipat.

Untuk itu perseroan siap menambah tiga unit lorry tank, 50 tabung vgl oxygen dan investasi 5.000 tabung. Untuk itu manajemen mengalokasikan dana sebesar 37 persen dari hasil IPO atau penawaran umum perdana yang dilakukan pada 8 September 2021 kemarin.

"Kami yakini pemakaian produk gas industri untuk menunjang kegiatan operasional tambang pasti akan tumbuh dengan pesat," ujar Iwan dalam keterangannya, Senin (13/9/2021).

Perusahaan yang menjadi market leader untuk produk tabung migas, minerba dan petrokimia ini berharap dengan kapasitas produksi yang ditingkatkan bisa memenuhi kebutuhan pelanggannya sehingga produktifitasnya turut meningkat. Beberapa produk SBMA yang paling banyak diminati pasar yaitu oksigen, asetilen, argon, nitrogen, karbondioksida.

Mengacu pada penjualan tahun lalu, segmen pasar yang paling banyak "order" gas pada SBMA adalah industri tambang sebesar 26 persen, Engineering Procurement and Constuction (EPC) sebesar 11 persen, reseler 11 persen. Kemudian industri migas, industri permesinan dan baja, serta industri galangan kapal masing-masing 10 persen. Untuk industri Petrokimia menyerap 20 persen, rumah sakit 2 persen dan laboratorium 7 persen.

Ditegaskannya bahwa pasar construction (EPC) terus menunjukkan pertumbuhan yang semakin meningkat. Hal ini terjadi seiring dengan mulai bergairahnya kembali project RDMP (Refinery Development Master Plan) Pertamina yang setelah melambat sewaktu gelombang kedua pandemi Covid-19 di Mei, Juni dan Juli lalu.

"Jenis produk yang harus disiapkan oleh perseroan untuk mendukung project RDMP ini adalah jenis argon, oxygen dan acetylene," pungkasnya.

Saat ini, SBMA memiliki enam jaringan tranportasi dan distribusi yang tersebar di seluruh Kalimantan seperti di Samarinda, Berau, Bontang, Tarakan, Tanjung dan Nunukan. Dengan memanfaatkan dana hasil IPO, perseroan akan menambah jumlah stasiun-stasiun distribusi berupa filling station dan distribution hub di beberapa titik yang berdekatan dengan pelanggannya.

Diharapkan penambahan fasilitas tersebut bisa mendukung kelancaran penyaluran gas kepada pelanggan yang selama ini hanya mengandalkan enam jaringan yang ada. Beberapa pelanggan loyal seperti Pertamina (Persero), PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Pama Persada Nusantara, PT Darma Henwa, PT Kukar Mandiri Shipyard, PT Trakindo Utama. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD