Michael mengatakan, kebijakan tersebut berpotensi menjadi katalis positif bagi sektor nikel. “Saat ini harga nikel LME sendiri sudah menyentuh kenaikan 12-13 persen year to date (YtD),” katanya, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, jika tren kenaikan harga tersebut mampu berlanjut, dampaknya akan terasa langsung pada kinerja keuangan emiten.
Dari sisi teknikal, Michael Yeoh menilai sejumlah saham nikel mulai menunjukkan perbaikan pola pergerakan harga. “INCO dan MBMA memiliki pola reversal yang memiliki upside cukup baik,” imbuh dia.
Kabar terbaru, mengutip pemberitaan media daring, Senin (5/1), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan relaksasi sementara bagi pemegang izin usaha pertambangan untuk tetap menjalankan kegiatan eksplorasi dan produksi.
Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara Nomor 2.E/HK.03/DJB/2025.