IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan peringatan keras terhadap kinerja internal kementeriannya, khususnya Direktorat Jenderal Pajak (DJP) serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Hal ini menyusul realisasi defisit APBN 2025 yang melebar hingga 2,92 persen, mendekati batas maksimal legal sebesar 3 persen.
Purbaya mengakui adanya ketimpangan antara upaya pemerintah mendorong ekonomi dengan realisasi penerimaan negara. Ia menyoroti keluarnya dana sekitar Rp80 triliun ke Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yang ternyata belum mampu ditutup oleh pertumbuhan pendapatan negara.
"Saya lihatkan kita melakukan beberapa effort untuk mengurangi pendapatan karena Rp80 triliun keluar ke Danantara, ternyata enggak nutup tuh. Malah berkurang, turun sedikit kan berapa tuh Rp1.034 atau Rp1.017 income tax-nya. Jadi itu beri pesan ke saya, bisa enggak sih sesuai? Enggak bisa. Kalau kita begini terus tahun ini pasti kurang juga," ujar Purbaya usai konferensi pers APBN KiTa, Kamis (8/1/2026).
Purbaya mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan teguran keras terkait kebocoran dan potensi manipulasi dalam sistem penerimaan negara. Pesan ini disampaikan secara implisit dalam pertemuan di Hambalang beberapa waktu lalu.