Harga nikel bergerak stabil pada Kamis (8/1/2026) setelah melewati periode perdagangan yang volatil, seiring investor tetap berspekulasi terhadap risiko pasokan dari Indonesia, produsen terbesar dunia.
Mengutip Bloomberg, kontrak berjangka (futures) nikel kontrak tiga bulan bertahan di kisaran USD17.900 per ton, setelah sempat tertekan pada Rabu.
Meski demikian, harga nikel masih naik sekitar 7 persen sepanjang pekan ini dan berada di dekat level tertinggi dalam 19 bulan terakhir.
Indonesia sebelumnya memberi sinyal rencana pengurangan produksi tahun ini guna menyeimbangkan pasokan dan permintaan. Kementerian ESDM dijadwalkan menggelar paparan pada Kamis, yang berpotensi mengumumkan rincian kuota produksi tambang untuk 2026.
Nikel, yang digunakan dalam baterai dan baja tahan karat, telah melonjak hampir 30 persen sejak pertengahan Desember. Kenaikan ini sejalan dengan reli logam lainnya, termasuk tembaga dan aluminium.