“Harga nikel terkoreksi berhubung pergerakannya yang terlalu ekstrem,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).
Kondisi tersebut, menurut dia, berimbas langsung ke pergerakan saham-saham emiten nikel. “Ini mengakibatkan saham-saham nikel juga mengalami aksi profit taking,” imbuh dia.
Meski demikian, Michael melihat adanya sinyal positif dari aliran dana asing. Ia menilai pergerakan saham nikel pada perdagangan sebelumnya justru dipicu oleh aksi beli investor asing.
Dari sisi fundamental, Michael menilai prospek sektor nikel masih menarik ke depan. Ia menyebut potensi pengetatan pasokan dapat menjadi penopang harga.
Dalam kondisi tersebut, Michael menilai sejumlah saham nikel masih layak dicermati investor. “Nama-nama seperti INCO, MBMA, NCKL, dan MDKA adalah unggulan dari sektor ini,” demikian kata Michael.