sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Saham Perbankan Dalam Tekanan, Industri Bank Syariah Diyakini Masih Prospektif

Market news editor Taufan Sukma Abdi Putra
30/05/2026 14:24 WIB
Pertumbuhan pembiayaan bank syariah tercatat mencapai 9,82 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Saham Perbankan Dalam Tekanan, Industri Bank Syariah Diyakini Masih Prospektif (foto: iNews Media Group)
Saham Perbankan Dalam Tekanan, Industri Bank Syariah Diyakini Masih Prospektif (foto: iNews Media Group)

Pertumbuhan pembiayaan bank syariah tercatat mencapai 9,82 persen secara tahunan (year on year/YoY), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit perbankan konvensional yang cenderung lebih moderat. Di sisi pendanaan, pertumbuhan DPK juga masih kuat.

Sebagai salah satu emiten bank syariah, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), atau BSI, sukses mencatat pertumbuhan DPK sebesar 17,99 persen pada triwulan I-2026. Kinerja tersebut ditopang oleh meningkatnya loyalitas nasabah serta tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap produk keuangan syariah.

Pada saat yang sama, laba bersih BSI tumbuh 17,1 persen, yang salah satunya didorong oleh lonjakan fee based income dari bisnis emas. Tren ini dinilai menjadi peluang besar bagi perbankan syariah untuk memperluas basis nasabah sekaligus meningkatkan pendapatan nonpembiayaan.

Oleh Hans, saham BRIS diperkirakan memiliki target harga di kisaran Rp3.100 hingga Rp3.300 per saham, yang karena memiliki karakter defensif dengan fundamental yang relatif lebih kuat dan stabil, maka pergerakan harga sahamnya diperkirakan cenderung lebih lambat, sehingga relatif lebih aman untuk investor jangka menengah hingga panjang.

(taufan sukma)

Halaman : 1 2 3 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement