“Namun dari sisi flow serta besarnya kucuran dana asing masuk, yg terindikasi dari MSCI flow di small caps, membuat PTRO memiliki potensi masuk ke dalam konstituen standard caps, di mana dengan free float di kisaran 27-28 persen, PTRO perlu di angka setidaknya Rp105-110 triliun berdasarkan market cap,” imbuh dia.
Ekspansi Regional dan EPCI
Petrosea kian agresif memperluas pasar dan memperkuat bisnis rekayasa konstruksi.
Dalam riset Henan Putihrai Sekuritas (HP Sekuritas) bertanggal 3 Desember 2025, analis menyoroti langkah strategis PTRO mengakuisisi 60 persen saham Scan-Bilt Pte Ltd (SBPL) pada November 2025, senilai SGD10,3 juta atau sekitar USD8,03 juta.
SBPL, yang bergerak di konstruksi multidisiplin dan infrastruktur energi, dinilai mampu memperkuat kapabilitas EPC (Engineering, Procurement, and Construction) Petrosea.
Aksi ini dinilai membuka peluang sinergi penjualan lintas klien, meningkatkan eksposur ke proyek bernilai tinggi, sekaligus menjadi pintu ekspansi ke pasar Asia-Pasifik dan Oseania.