BRPT menjadi motor utama dengan lonjakan EBITDA 288 persen secara tahunan (YoY) menjadi USD567 juta pada kuartal I-2026, sekaligus rekor tertinggi kuartalan.
Dalam siaran pers perusahaan, kinerja ini ditopang margin kilang yang kuat di Singapura, didukung crack spread tinggi dan efisiensi operasional, sehingga mampu menahan tekanan di segmen petrokimia.
Laba sebelum pajak pun melonjak 803 persen YoY menjadi USD271 juta, sementara neraca tetap solid dengan rasio net debt-to-equity 0,77x.
Ekspansi juga berlanjut melalui akuisisi jaringan SPBU Esso di Singapura serta penguatan bisnis energi, dengan kapasitas panas bumi yang kini mendorong portofolio Barito Renewables menembus di atas 1 GW.
Di lini energi terbarukan, BREN mencatat pertumbuhan stabil dengan pendapatan naik 9,8 persen YoY menjadi USD165 juta dan EBITDA meningkat menjadi USD145 juta.