Lonjakan ini ditopang pendapatan yang melesat 284,4 persen YoY menjadi USD2,40 miliar dari sebelumnya USD662,09 juta, mencerminkan pemulihan kuat di tengah perbaikan permintaan dan harga.
Sentimen turut diperkuat oleh pemulihan operasional TPIA yang resmi mengakhiri status force majeure pasokan polymer dan monomer.
Normalisasi ini dicapai setelah perseroan mengamankan pasokan alternatif global, meski dengan biaya dan waktu pengiriman lebih tinggi, termasuk dari Amerika Serikat (AS).
Ke depan, optimalisasi produksi ethylene untuk kebutuhan internal serta dukungan fasilitas di Singapura diharapkan memperkuat ketahanan pasokan dan mempercepat respons terhadap permintaan pasar domestik.
Kemudian, PTRO mencatat kinerja kuat pada kuartal I-2026. Pendapatan mencapai USD284,13 juta, naik 84,24 persen dibandingkan USD154,22 juta pada kuartal I-2025.