Insentif pajak memang memberi bantalan, dengan kontribusi sekitar 36 persen terhadap total prapenjualan gabungan. Namun, dorongan tersebut belum mampu mengangkat pertumbuhan secara signifikan.
Di sisi lain, bauran penjualan bergeser ke segmen high-end. Di BSDE, unit dengan harga di atas Rp5 miliar menyumbang sekitar 50 persen dari total prapenjualan, naik dari 40 persen pada 2024. Pola serupa terlihat di SMRA, CTRA, dan PWON yang mencatat peningkatan kontribusi dari segmen atas.
RHB menilai permintaan dari kelompok berpendapatan tinggi relatif lebih tangguh. Pemulihan ekonomi dinilai lebih cepat tercermin pada pembelian hunian premium dibandingkan segmen menengah dan bawah.
Dengan komposisi penjualan yang lebih tinggi di segmen atas, rata-rata harga jual (blended ASP) para pengembang diperkirakan dapat naik sedikitnya 10 persen, sehingga berpotensi memperbaiki margin laba.
Meski demikian, kehati-hatian tetap dikedepankan. Segmen menengah ke bawah masih menyumbang sekitar 60 persen dari total permintaan domestik.