Dengan pemulihan yang belum solid di segmen ini, normalisasi prapenjualan diperkirakan berlanjut hingga 2026.
Dalam kerangka tersebut, RHB lebih menyukai emiten dengan eksposur besar ke segmen high-end seperti BSDE serta pengembang dengan pendapatan berulang signifikan seperti PWON, yang dinilai lebih tahan terhadap volatilitas permintaan properti.
Risiko utama tetap berasal dari potensi perlambatan permintaan, keterlambatan penyelesaian proyek, serta perubahan regulasi yang dapat menekan pasar properti. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.