Untuk 2027-2028, harga CPO diperkirakan naik menjadi sekitar MYR5.000 per ton per tahun, didorong oleh implementasi penuh B50, potensi pengetatan pasokan akibat El Niño, serta melemahnya produktivitas tandan buah segar (FFB) dari lahan yang kurang terkelola.
Proyeksi ini didasarkan pada pola kenaikan harga rata-rata CPO saat kebijakan biodiesel sebelumnya diberlakukan.
Indo Premier menjelaskan, kebijakan B50 juga bertujuan memperkuat ketahanan energi Indonesia di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah, dengan dukungan subsidi yang lebih jelas seiring harga minyak di kisaran USD100 per barel dan kenaikan pungutan ekspor sebesar 2,5 persen pada awal Maret 2026.
Kebutuhan FAME (bahan baku biodiesel berbasis minyak sawit) diperkirakan dipenuhi melalui peningkatan utilisasi kapasitas hingga 87 persen pada 2026 dan 100 persen pada 2027, sementara kebutuhan metanol masih mengandalkan impor karena kapasitas domestik baru mencakup sekitar 20 persen kebutuhan.
Seiring kenaikan harga, Indo Premier menaikkan estimasi laba sektor sawit 2026-2027 sebesar 15-20 persen.