Soal pergerakan harga terbaru, kontrak berjangka (futures) CPO Malaysia melemah lebih dari 1 persen pada Selasa (14/4), memangkas kenaikan hari sebelumnya, seiring turunnya harga minyak mentah dan minyak nabati pesaing di tengah harapan tercapainya perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Kontrak acuan minyak sawit untuk pengiriman Juni di Bursa Malaysia Derivatives turun 1,45 persen, menjadi 4.489 ringgit per ton pada awal perdagangan. Pada Senin, kontrak ini sempat menguat 0,37 persen.
Dari sisi fundamental, mengutip Reuters, harga minyak mentah turun pada awal perdagangan Asia setelah muncul sinyal potensi dialog antara AS dan Iran untuk mengakhiri konflik, sehingga meredakan kekhawatiran gangguan pasokan akibat blokade AS di Selat Hormuz.
Pelemahan harga minyak mentah membuat minyak sawit menjadi kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel.
Di sisi lain, kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian turun 0,66 persen, sementara kontrak minyak sawitnya melemah 1,47 persen. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade juga turun 0,77 persen.