Dari sisi fundamental, mengutip Trading Economics, data Malaysian Palm Oil Board (MPOB) menunjukkan persediaan CPO pada Maret turun untuk bulan ketiga berturut-turut ke level terendah dalam tujuh bulan, memperkuat prospek harga.
Permintaan turut mendapat dorongan dari India sebagai pembeli utama, di mana ekspektasi restocking meningkat menjelang kebutuhan musiman setelah impor Maret anjlok 19 persen ke level terendah tiga bulan.
Namun, kenaikan harga tertahan oleh lemahnya kinerja ekspor. Data surveyor kargo mencatat pengiriman CPO turun 30,7 persen hingga 38,9 persen dalam 10 hari pertama April dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya.
Perkembangan kebijakan di Indonesia juga menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo memerintahkan langkah hukum terhadap perusahaan yang menolak penertiban sektor kehutanan, dengan sekitar 5,88 juta hektare kebun sawit telah disita. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.