Sebelumnya, BEI menghentikan sementara perdagangan saham SINI sebagai tindak lanjut penerapan Peraturan Bursa Nomor I-X tentang Papan Pemantauan Khusus.
Perseroan telah berada di papan tersebut lebih dari satu tahun setelah masa relaksasi bagi emiten yang hanya memenuhi kriteria ekuitas negatif berakhir pada 30 Juni 2026.
Dengan proyeksi ekuitas kembali positif pasca-rights issue, BEI memutuskan membuka kembali perdagangan saham SINI di seluruh pasar mulai sesi I pada Selasa (7/7).
Pencabutan suspensi sekaligus memuluskan jalan bagi perseroan untuk melanjutkan rights issue senilai maksimal Rp3,61 triliun yang telah memperoleh pernyataan efektif pada 30 Juni 2026.
Dalam aksi korporasi tersebut, SINI akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 721,5 juta saham baru atau setara 60 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue. Dengan harga pelaksanaan Rp5.000 per saham, perseroan berpotensi menghimpun dana hingga Rp3,61 triliun.