Ia juga menilai sektor perbankan masih menawarkan valuasi yang atraktif. “Selain itu perbankan juga berada dalam level price-to earnings (P/E) yang murah,” kata Michael.
Lebih lanjut, Michael menjelaskan daya tarik sektor komoditas tidak terlepas dari dinamika geopolitik global. “Komoditas menjadi menarik karena gejolak politik global yang membuat perebutan energi antara China dan US,” tutur dia.
Dalam konteks domestik, Indonesia dinilai berada pada posisi yang diuntungkan. “Sementara diketahui kita memiliki banyak resource SDA yang berlimpah,” ujar Michael.
Lebih lanjut, Michael menjelaskan, penguatan IHSG belakangan ini tidak semata-mata ditopang oleh saham-saham konglomerasi, yang sepanjang tahun lalu menjadi pendorong indeks.
“Jika kita perhatikan, kinerja IHSG saat ini tidak hanya terdongkrak oleh saham-saham konglo saja. Tapi beberapa waktu ke belakang juga terdapat inflow yang cukup baik di sektor perbankan, sebagai weighting terbesar IHSG,” ujar dia.