Ia menambahkan, aliran dana tersebut tercermin dari pergerakan saham perbankan besar yang mulai stabil. “Empat big banks ini tidak mencetak new low lagi,” katanya.
Selain perbankan, Michael menilai minat investor asing juga konsisten mengalir ke saham-saham berkapitalisasi besar lainnya.
“ASII serta TLKM juga rutin mendapat inflow dari foreign. Ini yang mengakibatkan kenaikan IHSG belakangan yang terus mencetak all-time high,” jelasnya.
Menurut Michael, penguatan tersebut terjadi meskipun sentimen domestik belum sepenuhnya solid.
“Secara sentimen dalam negeri masih dipertanyakan, seperti melemahnya rupiah terhadap dolar AS. Tapi pergerakan asing ini sendiri memberikan gambaran outlook terhadap ekonomi Indonesia itu sendiri,” pungkasnya.