"Langkah ini menjadi bukti komitmen perseroan dalam menjaga kepercayaan para shareholder ditengah situasi pasar lokal maupun global yang dinamis," ujar Renny.
Renny menuturkan, perseroan mampu mencatatkan tren positif berupa kenaikan pendapatan yang konsisten. Pertumbuhan ini terbilang impresif mengingat industri saat ini tengah dihadapkan pada fluktuasi ekonomi makro dan tren konsumen yang beralih pada smart spending.
Dia memaparkan, kunci dari kenaikan pendapatan tersebut terletak pada fokus perseroan yang menghindari spekulasi pada produk-produk unconventional. Perseroan memilih untuk mengoptimalkan pola konsumsi riil masyarakat yang ada serta memastikan ketersediaan pasokan, dan memaksimalkan potensi penetrasi di berbagai daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan BUAH Vianita Januarini mengungkapkan, BUAH membukukan pendapatan Rp3,27 triliun sepanjang 2025 atau melonjak 47,7 persen secara tahunan (yoy). Seiring dengan capaian tersebut, laba bersih juga tumbuh 42,7 persen menjadi Rp50,4 miliar.