AALI
9300
ABBA
290
ABDA
0
ABMM
2460
ACES
745
ACST
184
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
800
ADMF
8175
ADMG
176
ADRO
3250
AGAR
298
AGII
2250
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
111
AHAP
100
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
158
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1555
AKRA
1185
AKSI
280
ALDO
730
ALKA
292
ALMI
308
ALTO
192
Market Watch
Last updated : 2022/08/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.69
-0.42%
-2.31
IHSG
7172.43
-0.2%
-14.12
LQ45
1022.99
-0.33%
-3.35
HSI
19773.03
0.05%
+9.12
N225
28930.33
-0.04%
-11.81
NYSE
0.00
-100%
-15734.11
Kurs
HKD/IDR 180
USD/IDR 14,820
Emas
835,878 / gram

Sektor Properti Membaik, WIKA Gedung Kantongi Kontrak Baru Rp2,64 Triliun

MARKET NEWS
Taufan Sukma/IDX Channel
Rabu, 20 April 2022 14:45 WIB
Untuk keseluruhan (target) di 2022, kami berharap perolehan order book (kontrak yang sedang digarap) sebesar Rp 16,16 triliun.
Sektor Properti Membaik, WIKA Gedung Kantongi Kontrak Baru Rp2,64 Triliun (foto: MNC Media)
Sektor Properti Membaik, WIKA Gedung Kantongi Kontrak Baru Rp2,64 Triliun (foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk atau biasa dikenal dengan sebutan WIKA Gedung mengklaim bahwa kinerja sektor properti Tanah Air sudah mulai membaik pasca tertekan pandemi COVID-19 dalam dua tahun terakhir.

Klaim tersebut diantaranya dibuktikan dengan keberhasilan anak usaha PT Wijaya Karya Tbk itu membukukan nilai kontrak baru sebesar Rp2,64 triliun dalam periode tiga bulan pertama taun 2022 ini. Nilai kontrak tersebut didapatkan dengan komposisi pasar Badan Usaha Milik Negara sebesar 30,5 persen dan swasta sebesar 69,42 persen.

Beberapa kontrak baru tersebut diantaranya meliputi pembangunan gedung fasilitas pengembangan produk PT Bio Farma, proyek revitalisasi Bandara Halim Perdana Usuma, pembangunan Bandara Kediri fase 2, dan Pembangunan Ruko Pracetak di Kota Podomoro Tenjo.

"Untuk keseluruhan (target) di 2022, kami berharap perolehan order book (kontrak yang sedang digarap) sebesar Rp 16,16 triliun, terdiri dari kontrak baru sebesar Rp7,1 triliun dan carry over (kontrak lanjutan tahun sebelumnya) sebesar Rp9,06 triliun," ujar Direktur QHSE dan Pemasaran Wika Gedung, Yulianto, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perusahaan, di Jakarta, Selasa (20/4/2022).

Dari target nilai kontrak baru tersebut, menurut Yulianto, sebesar 53,62 persen diproyeksikan bakal didapat dari proyek pemerintah. Sedangkan 32,58 persen didapat dari BUMN serta 13,79 persen sisanya dari klien swasta.

“Komposisi proyek-proyek tersebut merupakan target minimal WEGE sebesar Rp 7,1 triliun yang merupakan target utama yang akan dicapai tahun ini. Selain itu WEGE juga memitigasi dengan menyasar kontrak baru cadangan,” sahut Direktur Keuangan, Human Capital dan Manajemen Risiko WIKA Gedung, Syailendra Ogan, dalam kesempatan yang sama.

Sementara target pendapatan total, termasuk pendapatan joint operation (JO) 2022, dipatok sebesar Rp 5,87 triliun, atau dengan mengasumsikan adanya pertumbuhan sebesar 52,88 persen dari RKAP 2021 sebesar Rp 3,84 triliun. Sedangkan target laba bersih sebesar Rp319,65 miliar atau meningkat 37,98 persen dari RKAP 2021 yang sebesar Rp231,67 miliar. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD