AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Sektor Ritel Kembali Optimis, Dolar AS Catat kenaikan Tipis 0,11 Persen

MARKET NEWS
Tim IDXChannel
Sabtu, 17 Juli 2021 08:36 WIB
Dolar AS menguat tipis pada perdagangan Jumat atau mencatatkan kenaikan mingguan terbesar dalam sebulan.
Sektor Ritel Kembali Optimis, Dolar AS Catat kenaikan Tipis 0,11 Persen. (Foto: MNC Media)
Sektor Ritel Kembali Optimis, Dolar AS Catat kenaikan Tipis 0,11 Persen. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Dolar AS menguat tipis pada perdagangan Jumat atau mencatatkan kenaikan mingguan terbesar dalam sebulan. Dolar AS menguat didorong data penjualan ritel yang optimis membuat ekspektasi bahwa pertumbuhan ekonomi meningkat pada kuartal kedua.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang naik 0,11% menjadi 92,675. Indeks naik 0,6% selama sepekan.

Penguatan dolar pada perdagangan Jumat terjadi meskipun Ketua the Fed Jerome Powell menyatakan bahwa kenaikan inflasi bersifat sementara. Bank Sentral AS pun akan terus mendukung perekonomian.

"Data itu konsisten dengan ekonomi yang membuat langkah substansial dan memperkuat ekspektasi pertumbuhan kuartal kedua sangat kuat sekitar 10%," kata Analis Pasar Senior Western Union Business Solutions, Joe Manimbo, dilansir dari Reuters, Sabtu (17/7/2021).

Penjualan ritel AS secara tak terduga meningkat selama Juni, karena permintaan barang tetap kuat, bahkan ketika pengeluaran beralih kembali ke layanan. 

Meski demikian, sebuah survei menunjukkan sentimen konsumen AS turun tajam dan tak terduga pada awal Juli. Hal ini karena kekhawatiran inflasi merusak kepercayaan pada pemulihan ekonomi.

Sementara itu, Dolar Selandia Baru naik 0,44% setelah data menunjukkan harga konsumen di Selandia Baru naik. Ini mendorong pada kenaikan suku bunga segera setelah Agustus.

Sterling jatuh terhadap dolar, dengan laju minggu terburuk dalam sebulan, karena investor mencari keamanan di greenback di tengah kekhawatiran atas meningkatnya kasus Covid-19 secara global.

Dolar Kanada naik 0,1% pada Jumat, dibantu oleh data perdagangan grosir domestik yang optimis, sehari setelah menyentuh level terendah hampir 3 bulan terhadap mitra AS. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD