AALI
12250
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
3000
ACES
975
ACST
157
ACST-R
0
ADES
5950
ADHI
685
ADMF
8100
ADMG
179
ADRO
3200
AGAR
330
AGII
2000
AGRO
930
AGRO-R
0
AGRS
125
AHAP
62
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
156
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1005
AKSI
280
ALDO
905
ALKA
294
ALMI
290
ALTO
208
Market Watch
Last updated : 2022/05/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
543.27
1.51%
+8.07
IHSG
6914.14
1.07%
+73.37
LQ45
1015.93
1.33%
+13.36
HSI
20112.10
-1.75%
-357.96
N225
26748.14
-0.94%
-253.38
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,358 / gram

Sempat Anjlok, Harga Batu Bara Kembali Naik 2,41 Persen

MARKET NEWS
Athika Rahma
Kamis, 12 Mei 2022 11:07 WIB
Harga batu bara internasional sempat anjlok akibat lockdown yang terjadi di China karena kembali merebaknya covid-19.
Sempat Anjlok, Harga Batu Bara Kembali Naik 2,41 Persen (FOTO: MNC Media)
Sempat Anjlok, Harga Batu Bara Kembali Naik 2,41 Persen (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Harga batu bara internasional sempat anjlok akibat lockdown yang terjadi di China karena kembali merebaknya covid-19. Namun, kini harga batu bara pada kembali naik 2,41 persen.

Pada perdagangan Rabu (11/5), harga batu bara ICE Newcastle untuk kontrak Juni 2022 ditutup di level US$ 357,15 per ton. Angka ini menguat 2,41 persen dibanding penutupan hari Selasa (10/5) yaitu sebesar US$ 348,75 ton. Adapun pada penutupan perdagangan Senin (9/5), harga batu bara sempat menyentuh US$ 353,50 per ton.

Selama sepekan ini, harga batu bara tercatat mengalami kenaikan 3,88 persen.

Harga batu bara sempat anjlok gara-gara menurunnya permintaan China imbas lockdown. Mengutip S&P Global, China bahkan menjual kembali batu bara yang mereka impor dari Indonesia karena permintaan domestik yang rendah.

Masih dari sumber yang sama, produksi batu bara Amerika Serikat (AS) diproyeksi meningkat mencapai 542,49 ton tahun ini. Oleh karena itu, diproyeksi terjadi penambahan stok batu bara selama beberapa waktu mendatang.

Di sisi lain, penguatan harga terjadi karena tingginya permintaan komoditas ini untuk India yang tengah mengoperasikan pembangkit listrik mereka. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD