AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Sentimen Global Bikin IHSG Loyo, Saatnya Investor Serok Saham Ambles

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Rabu, 11 Mei 2022 08:27 WIB
Analis William Surya Wijaya mengatakan, tekanan yang terjadi pada IHSG saat ini bisa dimanfaatkan investor untuk melakukan akumulasi pembelian trading harian.
Sentimen Global Bikin IHSG Loyo, Saatnya Investor Serok Saham Ambles (Dok.MNC)
Sentimen Global Bikin IHSG Loyo, Saatnya Investor Serok Saham Ambles (Dok.MNC)

IDXChannel - Sentimen global kini terus membayangi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pasca libur lebaran. Dengan pelemahan IHSG saat ini, investor diyakini punya waktu yang tepat untuk menyerok beberapa saham yang ambles.

CEO Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan, tekanan yang terjadi pada IHSG saat ini untuk melakukan akumulasi pembelian trading harian.

"Selama support level terdekat dapat dipertahankan maka momentum ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target trading harian," ujar William dalam risetnya, Rabu (11/5/2022).

Menurut William, pergerakan IHSG saat ini terlihat masih dipengaruhi oleh sentimen dari pergerakan market global dan regional yang sedang berada dalam tekanan.

Imbas sentimen itu IHSG pun kembali ke level terendah sejak 10 Maret 2022. Bersamaan dengan koreksi IHSG, asing juga net sell jumbo di pasar saham senilai Rp 2,6 triliun.

Anjloknya IHSG disinyalir karena faktor bursa saham domestik libur panjang. Dengan demikian berbagai sentimen global memicu pasar bergerak volatil.

Mulai dari perkembangan perang Rusia-Ukraina yang diwarnai dengan embargo minyak oleh Uni Eropa hingga the Fed dan BoE yang menaikkan suku bunga acuan di bulan April 2022.

Analis sekaligus Founder WH Project, William Hartanto mengatakan, sentimen global masih akan membayangi pasar dan IHSG masih dalam potensi tren menurun.

"Namun momentum technical rebound tetap bisa dimanfaatkan. Selain dukungan terbentuknya pola long legged hammer, pelemahan yang menipis juga meningkatkan optimisme pelaku pasar domestik dimana garis besar pergerakan IHSG dalam waktu dekat ini adalah rebound," tulis William. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD