AALI
9925
ABBA
290
ABDA
7000
ABMM
1380
ACES
1275
ACST
194
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
840
ADMF
7625
ADMG
188
ADRO
2310
AGAR
364
AGII
1390
AGRO
1325
AGRO-R
0
AGRS
163
AHAP
70
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
800
AKSI
755
ALDO
1375
ALKA
314
ALMI
288
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.72
1.77%
+8.94
IHSG
6726.37
1.5%
+99.50
LQ45
959.76
1.74%
+16.42
HSI
24935.43
-0.07%
-16.92
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
16663.77
-0.92%
-155.21
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
847,450 / gram

Sentuh ARA Setelah IPO, IPPE Tancap Gas Naik 35 Persen

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Kamis, 09 Desember 2021 10:57 WIB
Emiten konsumsi non-siklikal itu langsung menyentuh auto rejection atas (ARA) ke level Rp135 per saham dari harga perdananya di Rp100.
Emiten konsumsi non-siklikal itu langsung menyentuh auto rejection atas (ARA) ke level Rp135 per saham dari harga perdananya di Rp100. (Foto: MNC Media)
Emiten konsumsi non-siklikal itu langsung menyentuh auto rejection atas (ARA) ke level Rp135 per saham dari harga perdananya di Rp100. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Indo Pureco Pratama Tbk (IPPE) langsung bergerak naik saat debut perdana di bursa pagi ini, Kamis (9/12/2021). Hingga pukul 10:24 WIB, emiten konsumsi non-siklikal itu langsung menyentuh auto rejection atas (ARA) ke level Rp135 per saham dari harga perdananya di Rp100.

Kendati sempat tergelincir ke area Rp94, perusahaan yang bergerak di bidang industri pengolahan minyak kelapa ini terpantau menduduki top gainers perdagangan.

Adapun investor memborong IPPE total sebanyak 115,66 juta lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp13,63 miliar.

Sebagai catatan, Indo Pureco Pratama merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pengolahan minyak kelapa. Perseroan didirikan pada tanggal 20 Maret 2019 dan melakukan penjualan pada bulan Mei 2019 dengan sejumlah produk.

IPPE menawarkan saham perdana sebanyak-banyaknya 1 miliar saham dengan harga perdana Rp100 per saham. Jumlah saham yang ditawarkan itu sebesar 21,74 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah IPO.

Melalui proses IPO ini, Indo Pureco Pratama diperkirakan bakal meraup dana Rp 100 miliar. Perseroan akan memakai dana hasil IPO ini sekitar 60,89 persen untuk belanja modal seperti membeli mesin-mesin untuk pabrik CCO, RBD, VCO dan packing dan pembangunan pabrik.

Selain itu sekitar 39,11 persen untuk modal kerja antara lain uang muka pembelian bahan baku, biaya operasional kantor dan biaya produksi.

Direktur Utama Indo Pureco Pratama, Syahmenan menuturkan langkah perseroan untuk masuk Bursa melalui IPO adalah bagian dari strategi untuk meningkatkan ekspansi usaha, kapasitas pendanaan, tata kelola, dan prinsip keterbukaan.

Perseroan meyakini bahwa sebagai perusahaan publik diharapkan dapat menambah nilai tambah bagi stakeholder.

"Kelapa juga merupakan komoditas yang penting bagi rakyat Indonesia dan dapat menjadi penggerak ekonomi rakyat. Hal itu dapat dilihat dari pengelolaan pertanaman kelapa di Indonesia yang sebagian besar dikelola oleh rumah tangga petani. Oleh karena itu, pengembangan kelapa menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat dan meningkatkan perekonomian nasional," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (9/12/2021). (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD