Secara historis, September memang menjadi salah satu bulan yang kurang bersahabat bagi IHSG. Rata-rata return IHSG dalam 10 tahun terakhir pada September tercatat minus 0,94 persen.
“Sejarah September berat, tapi bukan alasan untuk panik,” tulis KSI Research dalam laporan tersebut.
Dalam kamus pasar saham, dikenal istilah September Effect, yakni fenomena historis ketika pasar saham cenderung mencatat kinerja lebih lemah pada September dibandingkan bulan lainnya, meski pola ini tidak selalu terjadi setiap tahun.
Menurut Kiwoom, tekanan terhadap IHSG berpotensi meningkat pada pertengahan September, ketika sejumlah bank sentral utama dunia mengambil keputusan mengenai kebijakan suku bunga.
Bank Sentral Eropa (ECB) dijadwalkan menggelar pertemuan pada 10 September, Federal Reserve (The Fed) pada 15-16 September, dan Bank of Japan (BOJ) pada 17-18 September.