Perubahan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed menjadi salah satu risiko utama. CME FedWatch mencatat peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September mencapai 34 persen, sementara peluang kenaikan pada Desember mencapai 74 persen.
Ekspektasi tersebut muncul di tengah inflasi Amerika Serikat (AS) yang masih tinggi. Core PCE, indikator inflasi yang menjadi perhatian The Fed, tercatat tumbuh 3,3 persen secara tahunan pada Juli, sedangkan PCE headline mencapai 3,7 persen.
Di pasar obligasi, yield US Treasury 10 tahun telah berada di kisaran 4,6-4,7 persen dan yield tenor dua tahun di kisaran 4,2-4,3 persen.
Menurut Kiwoom, pergerakan tersebut menunjukkan pasar obligasi mulai mengantisipasi arah kebijakan moneter yang lebih ketat.
Tekanan juga datang dari Eropa dan Jepang. ECB membuka peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September setelah sebelumnya mempertahankan suku bunga pada Juli.