Sementara itu, pasar saham domestik juga menghadapi risiko teknikal dari rebalancing FTSE Russell.
Dalam tinjauan semi-tahunan September, sebanyak 29 saham Indonesia akan dikeluarkan sepenuhnya dari indeks FTSE Global Equity, sedangkan 10 saham lainnya mengalami penurunan klasifikasi.
Hasil tinjauan tersebut final setelah penutupan 4 September dan berlaku efektif mulai penutupan 18 September atau perdagangan 21 September. Kondisi ini berpotensi memicu tekanan jual pasif dari dana (fund) yang mengikuti indeks terhadap saham-saham terdampak.
Di sisi lain, masih terdapat katalis positif yang dapat menopang IHSG. Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI-Rate di 5,75 persen dan masih memiliki ruang untuk melakukan pelonggaran apabila pergerakan rupiah mendukung.
Pasar komoditas juga memberikan dukungan, terutama dari CPO, nikel, dan emas.
Harga CPO Malaysia tercatat berada dalam tren naik di kisaran 4.677-4.847 ringgit Malaysia per ton.