"Keberhasilan dalam mencatatkan laba bersih ini membuktikan bahwa strategi Perseroan dalam restrukturisasi dan fokus pada penguatan operasional selama setahun terakhir telah berada di jalur yang tepat," ujar Djoko.
Capaian kinerja positif tersebut, oleh Djoko dikaitkan dengan struktur kepemilikan saham PADI yang cukup unik, dengan dominasi kepemilikan publik yang sangat besar, yaitu mencapai 98,056 persen, yang bahkan kerap memunculkan stereotip negatif bahwa PADI merupakan emiten yang 'tanpa tuan, alias tanpa adanya pemegang saham mayoritas.
Hal tersebut masih ditambah lagi dengan catatan masa lalu Perseroan, di mana kinerja keuangan yang masih negatif, sehingga saat muncul rumor terkait akuisisi, maka posisi PADI kerap kali diasosiasikan sebagai 'cangkang kosong'.
Namun dengan kinerja keuangan yang telah positif, bagi Djoko, posisi PADI kini tidak lagi hanya sekadar cangkang kosong, melainkan mesin pencetak uang, yang justru tengah dalam posisi peak performance, sehingga demikian menjanjikan di mata para investor.
"Karena itu, proses transformasi menjadi concern kami untuk memperkuat fundamental bisnis, sehingga bisa menjadi fondasi kokoh dalam mengeksekusi berbagai rencana strategis ke depan," ujar Djoko.