AALI
9725
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
2390
ACES
800
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7700
ADHI
805
ADMF
8100
ADMG
176
ADRO
2960
AGAR
324
AGII
2100
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
56
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1070
AKSI
290
ALDO
860
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
214
Market Watch
Last updated : 2022/06/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.46
-0.84%
-4.57
IHSG
7016.06
-0.38%
-26.88
LQ45
1010.74
-0.81%
-8.25
HSI
22266.17
2.52%
+547.11
N225
26871.27
1.43%
+379.30
NYSE
14811.55
2.84%
+409.43
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,800
Emas
873,287 / gram

Simak Perbedaan Sideways, Bearish dan Bullish yang Penting Diketahui Investor Pemula

MARKET NEWS
Rizki Setyo Nugroho/SEO
Senin, 23 Mei 2022 17:42 WIB
Sebagai seorang investor saham, Anda tentunya harus mengetahui perbedaan Sideways, Bearish dan Bullish
Simak Perbedaan Sideways, Bearish dan Bullish yang Penting Diketahui Investor Pemula (Foto: MNC Media)
Simak Perbedaan Sideways, Bearish dan Bullish yang Penting Diketahui Investor Pemula (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Sebagai seorang investor saham, Anda tentunya harus mengetahui perbedaan Sideways, Bearish dan Bullish. Istilah-istilah tersebut merupakan istilah umum yang digunakan oleh para investor untuk mendefinisikan kondisi pasar saham. 

Secara singkat, bearish merupakan kondisi di mana harga pasar sedang mengalami penurunan, sedangkan bullish merupakan kondisi di mana harga pasar sedang mengalami kenaikan. Sideways sendiri memiliki arti di mana kondisi pasar sedang datar. Untuk lebih lengkapnya, simak perbedaan Sideways, Bearish dan Bullish berikut ini:

Kondisi Bearish

Seperti penjelasan sebelumnya, bahwa Bearish adalah kondisi pasar saham yang sedang mengalami downtrend atau penurunan. Bearish diambil dari kata Bear yang berarti beruang. Penurunan pasar saham diibaratkan seperti seekor beruang yang sedang menyerang musuhnya dengan menggarukkan cakar ke bawah.

Istilah Bearish ini bisa juga dipakai untuk menyebut kondisi pasar global, sektor bisnis, harga aset finansial tertentu, dan sering dipakai oleh kalangan trader untuk menyebut sentimen yang membuat pesimis kepada suatu aset walaupun harganya belum menurun.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD