IDXChannel - Sinarmas Sekuritas menilai PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) memiliki kombinasi yang menarik antara kekuatan permodalan, kualitas underwriting, pertumbuhan bisnis yang sehat, serta potensi dividen yang kompetitif.
Sinarmas Sekuritas memberikan rekomendasi BUY saham TUGU dengan target harga Rp1.700 per saham. Target tersebut mencerminkan valuasi sekitar 0,57 kali price-to-book value (PBV) untuk tahun 2027.
Dalam riset Sinarmas Sekuritas Jumat (12/6/2026), salah satu faktor pembeda utama TUGU dibandingkan perusahaan asuransi umum lainnya adalah posisi permodalan yang sangat kuat.
TUGU dinilai secara konsisten menjaga Risk Based Capital (RBC) di atas 400 persen, jauh melampaui ketentuan regulator maupun rata-rata industri.
Kekuatan modal tersebut memberikan ruang yang lebih besar bagi TUGU untuk menangani risiko-risiko besar dan kompleks, khususnya pada segmen korporasi yang membutuhkan kapasitas underwriting yang tinggi.
Selain itu, Sinarmas Sekuritas menilai peringkat A- dari AM Best menjadi faktor penting yang memperkuat posisi kompetitif TUGU di pasar global. Rating tersebut dinilai meningkatkan kredibilitas TUGU di mata perusahaan reasuransi internasional sekaligus menjaga akses terhadap kapasitas reasuransi berkualitas tinggi.
Keunggulan tersebut dinilai sangat relevan mengingat TUGU memiliki eksposur yang kuat pada segmen energi dan aviasi, dua lini bisnis yang membutuhkan dukungan reasuransi global yang solid.
Dari sisi operasional, Sinarmas Sekuritas memperkirakan pertumbuhan bisnis TUGU akan tetap terjaga dalam beberapa tahun ke depan. Pertumbuhan premi yang sehat serta disiplin dalam pengelolaan risiko diperkirakan menjadi pendorong utama peningkatan kinerja perusahaan.
Tim riset memperkirakan pendapatan asuransi dapat tumbuh sekitar 9 persen per tahun dalam jangka menengah. Angka tersebut berada di atas panduan pertumbuhan tahun 2026 yang sebelumnya disampaikan manajemen, yakni sekitar 6 persen.
Pada saat yang sama, rasio klaim dan utilisasi reasuransi diperkirakan tetap berada pada level yang terkendali. Kondisi tersebut diyakini dapat mendukung peningkatan Insurance Service Result (ISR) sesuai implementasi PSAK 117 yang kini menjadi fokus utama industri asuransi.
Selain bisnis inti asuransi, Sinarmas Sekuritas juga melihat potensi tambahan dari portofolio investasi TUGU yang besar dan likuid dengan nilai mencapai Rp11 triliun.
Kombinasi pertumbuhan premi, disiplin biaya, kontribusi pendapatan non-asuransi yang stabil, serta optimalisasi investasi diperkirakan akan mendukung pertumbuhan laba bersih yang berkelanjutan dalam beberapa tahun mendatang.
“Dengan proyeksi pertumbuhan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham (PATMI) sebesar 8 persen-9 persenper tahun sepanjang periode 2026–2030 serta rasio pembayaran dividen (payout ratio) sebesar 50 persen, TUGU menawarkan profil dividen yang menarik bagi investor," tulis Tim Riset Sinarmas Sekuritas.
Di sisi lain, Sekuritas tersebut juga turut menyoroti adanya wacana konsolidasi di industri asuransi umum yang menempatkan TUGU pada posisi yang strategis.
Menurut pandangan Tim Riset Sinarmas Sekuritas, konsolidasi industri asuransi BUMN berpotensi meningkatkan efisiensi, optimalisasi modal, dan daya saing industri, namun implementasinya harus tetap mempertimbangkan spesialisasi serta keunggulan masing-masing entitas.
Dalam konteks tersebut, TUGU dinilai berada pada posisi strategis karena merupakan satu-satunya perusahaan asuransi umum afiliasi BUMN yang tercatat di bursa, didukung permodalan yang kuat, kapabilitas underwriting pada risiko kompleks, serta kepemimpinan di segmen energi, offshore, aviasi, marine, dan engineering.
Apabila pemerintah mengadopsi model konsolidasi berbasis spesialisasi, TUGU dinilai menjadi salah satu penerima manfaat utama karena memiliki kompetensi teknis, posisi pasar, dan keunggulan kompetitif yang sulit direplikasi oleh pemain lain.
(kunthi fahmar sandy)