Selanjutnya, perseroan membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai USD7,6 juta pada tahun buku 2025.
Menurut Paula, capaian kinerja laba tahun berjalan perseroan tersebut dipengaruhi oleh adanya rugi atas pelepasan aset tetap neto senilai USD7,6 juta, berkaitan dengan pelepasan sebanyak dua unit kapal yang dilakukan oleh perseroan pada 2025. Rugi atas pelepasan kedua kapal merupakan rugi yang bersifat nonkas (non-cash item).
Kedua kapal yang dilepas perseroan tersebut telah memberikan kontribusi pendapatan selama hampir 15 tahun untuk Perseroan. Keduanya masing-masing telah berusia 25 tahun dan 30 tahun.
Perseroan memiliki kebijakan untuk melepas kapal yang usianya telah tinggi dan tidak lagi efisien dalam kegiatan operasioanalnya. Perseroan akan melihat peluang untuk mengakuisisi kapal dengan usia yang lebih rendah.