Achmad menilai, nilai jual utama Hypefast terletak pada ekosistem yang defensif dan agile. Dari sisi produksi, Hypefast mempunyai manufaktur mandiri untuk menjamin kecepatan (speed-t0-market) dan margin yang lebih sehat.
Dari sisi distribusi, jaringan offline Hypefast mencapai lebih dari 10.000 titik penjualan di seluruh Indonesia. Pada awal 2026, Hypefast juga meluncurkan D2C e-commerce website untuk setiap brand dengan fitur berbasis AI yang memberikan stabilitas pendapatan yang tidak hanya bergantung pada algoritma marketplace.
Selain itu, Hypefast juga didukung oleh 150 talenta ritel terbaik di kantor pusat yang mengelola operasional harian brand secara terpusat.
Didirikan di Jakarta pada 2019, Hypefast tercatat mengumpulkan dana dalam dua tahap dengan total nilai USD22 juta. Beberapa investor yang menanamkan modal kepada Hypefast yakni Monk's Hill Ventures dan Jungle Ventures.
(Rahmat Fiansyah)