Nilai tersebut jauh lebih besar dibandingkan FTSE Russell yang memiliki passive AUM sekitar USD1,5 miliar-USD2 miliar atau setara Rp26,99 triliun-Rp35,99 triliun.
Sementara itu, passive AUM yang mengikuti indeks S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) diperkirakan sekitar USD450 juta atau sekitar Rp8,10 triliun.
Lebih lanjut, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Wilbert Arifin dalam riset 24 Juli 2026 memperkirakan MSCI mengumumkan hasil peninjauan indeks kuartalan pada 13 Agustus 2026 waktu Indonesia.
Perubahan tersebut akan mulai berlaku pada penutupan perdagangan 31 Agustus 2026.
Wilbert memperkirakan tidak ada saham baru yang masuk maupun naik kelas ke indeks MSCI Standard karena kebijakan freeze masih berlaku.