Dengan demikian, peninjauan kali ini diperkirakan hanya berfokus pada penyesuaian komposisi indeks.
Selain itu, MSCI juga memperkenalkan metodologi baru berupa Extreme Price Increase (EPI) Screen. Aturan tersebut merupakan respons atas dugaan praktik perdagangan terkoordinasi pada sejumlah saham kapitalisasi kecil di Turki.
Namun, menurut Wilbert, dampak kebijakan baru tersebut terhadap pasar Indonesia dalam waktu dekat masih terbatas karena penambahan saham dan promosi ke indeks standar masih dibekukan. Aturan EPI baru akan memiliki dampak signifikan apabila kebijakan freeze dicabut.
Mirae Asset menambahkan, apabila kebijakan freeze berakhir, sebanyak 43 saham yang saat ini menjadi konstituen MSCI Indonesia Small Cap akan kembali dievaluasi.
Saham yang mengalami kenaikan harga sangat tinggi hingga kapitalisasi pasarnya melampaui 1,8 kali ambang batas indeks standar, serta memiliki free float-adjusted market capitalization di atas separuh ambang tersebut, akan dikeluarkan dari indeks Small Cap.