Henan Asset menilai, jika MSCI tidak melakukan penurunan signifikan terhadap bobot kedua saham tersebut dalam pengumuman resmi Mei, maka kombinasi posisi underweight ETF dan stabilnya bobot indeks dapat memicu pembelian paksa pada awal Juni.
Untuk memperkuat analisis, laporan ini juga menyoroti pola serupa pada PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), yang berasal dari sektor berbeda namun menunjukkan perlakuan yang sama oleh ETF.
"Konsistensi pola ini menunjukkan bahwa fenomena underweight bukan kebetulan, melainkan bagian dari positioning sistematis ETF," tulis laporan tersebut.
Meski demikian, Henan Asset menegaskan skenario forced buying ini bersifat kondisional dan tidak secara langsung merefleksikan arah pergerakan harga saham. Realisasinya akan sangat bergantung pada keputusan akhir MSCI pada 12 Mei 2026, khususnya terkait perlakuan terhadap faktor inklusi asing (FIF), serta kondisi pasar global dan perkembangan regulasi transparansi kepemilikan di Indonesia.
Henan Asset menyimpulkan pasar berpotensi belum sepenuhnya mencerminkan seluruh dimensi dampak dari perubahan indeks MSCI kali ini, terutama sisi arus masuk yang bersifat teknis namun signifikan.
(Dhera Arizona)