MSCI sebelumnya mengumumkan dua kebijakan utama untuk peninjauan indeks semesteran (Semi-Annual Index Review/SAIR) Mei 2026. Pertama, saham dengan status High Shareholding Concentration (HSC) akan dikeluarkan dari indeks.
Kedua, seluruh penyesuaian positif terhadap saham Indonesia (termasuk kenaikan bobot) dibekukan sementara, sementara penyesuaian negatif tetap berjalan.
Kebijakan ini memicu estimasi outflow pasif sekitar USD380 juta dari dana ETF global yang melacak indeks MSCI Indonesia dan MSCI Emerging Markets.
Namun, Henan Asset menegaskan, dinamika MSCI tidak berhenti pada pengumuman tersebut. Mereka membagi peristiwa ini ke dalam tiga fase yakni pengumuman pada 12 Mei 2026, periode forced selling hingga akhir Mei, dan fase paling krusial pada 1 Juni 2026 saat bobot baru mulai berlaku efektif. Pada fase terakhir inilah potensi forced buying muncul.