"ETF global yang berada dalam posisi underweight terhadap bobot MSCI yang baru tidak memiliki pilihan selain melakukan pembelian untuk menyesuaikan portofolio," tulis Henan Asset.
Analisis Henan Asset terhadap tujuh ETF global dengan total dana kelolaan sekitar USD73,9 miliar menemukan adanya pola rotasi yang tidak seragam. Salah satu temuan paling menonjol berasal dari ETF terbesar, ACWI US, yang justru tidak menambah kepemilikan pada sejumlah saham Indonesia selama dua periode berturut-turut.
Akibatnya, beberapa saham kini berada dalam kondisi underweight struktural terhadap target indeks MSCI.
Henan Asset mengidentifikasi enam saham dalam kategori tersebut, termasuk PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Kedua saham ini dinilai memiliki karakteristik teknis yang mendukung potensi terkena efek forced buying.
BRPT tercatat telah lama menjadi konstituen MSCI dengan kapitalisasi pasar free float sekitar USD2,7 miliar dan tidak masuk dalam daftar HSC. Sementara TPIA, yang masuk indeks sejak 2024, memiliki kapitalisasi sekitar USD3,0 miliar dengan penyesuaian faktor inklusi asing (FIF) yang relatif kecil.