Sebagai perusahaan yang berfokus pada energi terbarukan, operasional Perseroan telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pengurangan emisi karbon nasional. Berdasarkan perhitungan internal Perseroan, total kontribusi pengurangan emisi gas rumah kaca (GHG Emission Reduction) mencapai sekitar 551.550 ton CO₂-equivalent pada tahun 2025, meningkat jika dibandingkan dengan kontribusi pengurangan emisi pada tahun 2014 sebesar 518.845 ton CO₂-equivalent.
Perseroan secara aktif menjalankan program rehabilitasi lingkungan melalui kegiatan penghijauan di sekitar wilayah operasional pembangkit. Sampai dengan akhir tahun 2025, Perseroan telah menanam secara kumulatif sebanyak 417.534 pohon, jumlah tersebut meningkat jika dibandingkan dengan jumlah penanaman pohon pada tahun sebelumnya yaitu sebanyak 359.375 pohon.
Selain itu Perseroan juga melaksanakan kegiatan antara lain menjaga keberlanjutan daerah aliran sungai (DAS), meningkatkan konservasi lingkungan, serta mendukung ketahanan sumber daya air yang menjadi fondasi utama operasional pembangkit listrik tenaga air.
"Sebagai bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) secara berkelanjutan, Perseroan telah menerapkan standar tata kelola dan sistem manajemen yang mengacu pada sertifikasi ISO 9001 dan ISO 14001," katanya.
Dengan tujuan untuk mendukung target pencapaian porsi EBT dari Pemerintah Indonesia yaitu sebesar 34,3 persen pada tahun 2034, Perseroan meyakini bahwa pembangkit listrik tenaga air akan memainkan peran penting dalam pencapaian target tersebut karena memiliki karakteristik energi bersih yang stabil, berkelanjutan, dan dapat diandalkan sebagai sumber beban dasar (baseload renewable energy).
(kunthi fahmar sandy)