Ia menambahkan, penembusan level resistance tersebut dapat menjadi sinyal pembalikan arah tren.
"Melewati angka 4.000, maka AMMN akan reversal dengan potensi kenaikan hingga 5.000," demikian Michael menutup analisisnya.
Bidik Produksi Katoda Tembaga Naik 2 Kali Lipat
Sebelumnya, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), unit utama AMN, menargetkan lonjakan produksi katoda tembaga pada 2026 seiring smelter perusahaan yang telah beroperasi penuh setelah menyelesaikan proses peningkatan kapasitas (ramp-up).
Direktur Utama Amman Mineral Nusa Tenggara Rachmat Makkasau mengatakan, dikutip Reuters, Selasa (14/7), perseroan menargetkan produksi katoda tembaga mencapai 162.662 metrik ton kering pada tahun ini, melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan realisasi 79.848 ton pada 2025.
Selain katoda tembaga, perusahaan menargetkan produksi emas sebesar 16.119 kilogram dan perak sebanyak 45.439 kilogram.