Sementara itu, produksi asam sulfat diproyeksikan mencapai 572.036 metrik ton kering sepanjang tahun ini.
Rachmat menjelaskan smelter tembaga Amman telah menyelesaikan proses ramp-up pada April 2026.
Sebelumnya, fasilitas tersebut sempat mengalami beberapa insiden kebocoran pada tahun lalu yang memaksa perusahaan mengulang proses commissioning.
"Per Juni 2026, kami sudah mampu mengolah seluruh produksi dari tambang. Kami yakin seluruh konsentrat tembaga yang dihasilkan tambang tahun ini dapat diserap sepenuhnya," ujar Rachmat dalam rapat dengan komisi parlemen pada Selasa.
Meski demikian, Amman masih menjadwalkan penghentian sementara operasional smelter pada akhir tahun, sekitar Desember 2026 atau Januari 2027, untuk melakukan perbaikan lanjutan pada fasilitas tersebut. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.