IDXChannel - Sejarah saham ARTO atau kode saham PT Bank Jago Tbk yang sebelumnya adalah PT Bank Artos Indonesia Tbk, memang sangat menarik untuk diulas. PT Bank Jago Tbk (ARTO) adalah bank digital yang berkantor pusat di Jakarta. Untuk mendukung operasionalnya, hingga akhir tahun 2020, perusahaan telah mengerahkan 2 cabang, 3 kantor lapangan, 1 kantor kas dan 5 ATM di seluruh Indonesia.
Sebelumnya, PT Bank Jago Tbk (ARTO) menargetkan peningkatan jumlah nasabah dari sekitar 3,9 juta per Agustus 2022 menjadi 6 juta nasabah pada akhir tahun.
Pada tahun 2016, perusahaan ini resmi tercatat di pasar saham Indonesia. Pada tahun 2019, PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia dan Wealth Track Technology Ltd. oleh Jerry Ng. dipegang oleh Patrick Sugito Walujo, pernah membeli 37,65% dari total 13,35% saham perusahaan ini, sehingga keduanya bersama-sama menjadi pengendali perusahaan ini.
Jerry sebelumnya menjabat sebagai Chairman dan CEO Bank BTPN, sedangkan Patrick adalah investor di Bank BTPN sebelum diakuisisi oleh SMBC. Pada tahun 2020, nama perusahaan diubah menjadi seperti sekarang ini. Pada akhir tahun 2020, GoPay resmi mengakuisisi 22,16% saham perusahaan ini. Bahkan, sebelum diakuisisi oleh Jerry dan Walujo, sempat beredar rumor bahwa mereka akan mengganti nama dari Bank Artos menjadi GoBank agar sesuai dengan Gojek, namun belakangan hal itu tidak terjadi.
Sejarah Saham ARTO
Bank Jago memperoleh izin sebagai bank umum dari Menteri Keuangan Republik Indonesia pada tanggal 10 Juli 1992 dan dari badan hukum syariah pada tanggal 27 Juli 2021 atas perintah anggota Komisi Otoritas Jasa Keuangan. Bank mulai berdagang sebagai bank umum pada 12 Desember 1992 dan memulai operasi perbankan syariah pada 23 September 2021. Sesuai Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan ARTO meliputi perbankan umum dan perbankan syariah.
Pada tanggal 30 Desember 2015, ARTO menerima pernyataan yang sah dari Badan Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan penawaran umum perdana (IPO) saham ARTO. Jumlah keseluruhan Rp241,25 juta, nilai nominal Rp100 dan harga penawaran per saham Rp132 per saham. Saham tersebut dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 12 Januari 2016.
Laporan Keuangan ARTO
Bank PT Jago Tbk. (ARTO) pada semester I 2022 mampu menghasilkan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp28,91 miliar. Pencapaian ini membalikkan kerugian yang dibukukan pada semester pertama tahun 2021 menjadi Rp46,7 miliar. Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dikutip Senin (1 Agustus 2022), laba Bank Jago didorong pendapatan bunga bersih (NII) yang naik 340% year-on-year, mencapai Rp641 miliar hingga akhir Tahun 2022.
Secara spesifik, pendapatan bunga perseroan meningkat 157% year-on-year menjadi Rp412 miliar, disusul pendapatan syariah sebesar Rp 293,23 miliar. Pada saat yang sama, beban bunga ARTO meningkat menjadi Rp61,5 miliar dan biaya syariah mencapai Rp2,6 miliar. (SNP)