"Di situ rencana akan kami gabungkan menjadi satu. Nah ini kami sebut sebagai digital infra pilar," katanya.
Seno mengatakan, proses carve out atau pemisahan aset fiber ke Infranexia telah memasuki tahap lanjutan. Sebanyak 50 persen aset telah dipindahkan pada Desember tahun lalu, sedangkan tahap kedua ditargetkan rampung pada September 2026 sehingga seluruh aset fiber telah berada di bawah Infranexia.
Setelah itu, Telkom akan melanjutkan pemisahan bisnis enterprise (B2B ICT) yang ditargetkan dimulai pada Oktober-November 2026. Langkah tersebut akan melengkapi transformasi Telkom menjadi strategic holding, di mana perusahaan induk akan berfokus pada penyusunan strategi, kebijakan, dan inovasi jangka panjang.
Seno menilai strategi tersebut sejalan dengan perjalanan pertumbuhan Telkom yang selama ini selalu didorong oleh perkembangan teknologi, mulai dari PSTN, layanan seluler melalui Telkomsel, hingga layanan fixed broadband melalui IndiHome.
"The thing is at the same time, kita punya perusahaan banyak sekali. Kita punya 67 perusahaan in the group. Dan sesuai juga dengan direction dari Danantara. Kami melakukan simplifikasi. Kami akan refocus to our core capabilities," kata dia.
(Dhera Arizona)