Ke depan, perusahaan ingin meningkatkan kontribusi bisnis di luar B2C sehingga proporsinya menjadi sekitar 60:40 atau bahkan 55:45.
"Saat ini proporsi pendapatan kami itu 70 persen plus itu didukung oleh B2C. Telkomsel. Dan ini yang kami ingin rubah proporsinya menjadi antara katakanlah 60:40 atau 55:45. Artinya, saat ini yang 30 ini kita ingin grow minimal katakanlah 150 persennya," kata Seno.
Untuk mencapai target tersebut, ujar Seno, Telkom mengubah struktur bisnisnya menjadi empat pilar utama, yakni B2C (consumer), digital infrastructure, international, dan B2B ICT (enterprise). Menurutnya, tiga pilar di luar B2C akan menjadi fokus utama pertumbuhan perusahaan dalam beberapa tahun ke depan.
Pada pilar digital infrastructure, Telkom mengonsolidasikan berbagai aset strategis seperti jaringan fiber melalui Infranexia, menara telekomunikasi melalui MitraTel, pusat data Neutra DC, layanan satelit Telkomsat, hingga perusahaan penyedia layanan (services company).