sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Tender 300 Bus Listrik TransJakarta Berpotensi Dongkrak Kinerja VKTR

Market news editor Desi Angriani
27/06/2026 17:05 WIB
TransJakarta diproyeksikan menggelar tender sekitar 300 unit bus listrik pada 2026.
Tender 300 Bus Listrik TransJakarta Berpotensi Dongkrak Kinerja VKTR (Foto: iNews Media Group)
Tender 300 Bus Listrik TransJakarta Berpotensi Dongkrak Kinerja VKTR (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) bakal diuntungkan dari rencana tender pengadaan bus listrik TransJakarta pada 2026. 

TransJakarta diproyeksikan menggelar tender sekitar 300 unit bus listrik pada 2026, meningkat 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Pengadaan tersebut diperkirakan terdiri dari 200 unit bus berukuran 12 meter dan 150 unit bus berukuran 8 meter.

Samuel Sekuritas dalam risetnya, Jumat (26/6/2026) menilai VKTR tetap menjadi salah satu kandidat kuat untuk memenangkan tender lantaran bermitra dengan produsen kendaraan listrik asal China, BYD.

Perseroan berpeluang meraih kontrak sekitar 90 hingga 100 unit bus listrik atau setara pangsa pasar 25-30 persen, didukung tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sebesar 40 persen.

Pada tender 2025, VKTR berhasil memperoleh kontrak pengadaan 80 unit bus listrik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 50 unit telah dibukukan, sementara 30 unit telah dikirim pada kuartal I-2026.

Samuel Sekuritas memperkirakan, bisnis bus listrik akan menyumbang pendapatan sekitar Rp268 miliar pada 2026, dengan asumsi penjualan sekitar 70 unit. 
Saat ini, armada bus listrik VKTR telah beroperasi sebanyak sekitar 165 unit selama hampir 50 bulan dengan rata-rata jarak tempuh mencapai 210 kilometer per hari.

Selain mengandalkan bus berukuran 12 meter, VKTR juga tengah menyiapkan peluncuran bus listrik berukuran 8 meter untuk melengkapi lini produknya pada 2026. 

Kehadiran model baru tersebut dapat memperluas peluang perseroan dalam mengikuti tender bus listrik maupun memenuhi kebutuhan operator transportasi.

Di sisi lain, prospek bisnis truk listrik (e-truck) juga semakin menjanjikan. Permintaan diperkirakan meningkat secara bertahap, terutama dari sektor pertambangan dan perkebunan yang mulai menjalankan agenda dekarbonisasi. 

Berdasarkan estimasi internal, penggunaan truk listrik mampu menghemat biaya bahan bakar hingga sekitar 20 persen dibandingkan truk berbahan bakar diesel.

Menariknya, bisnis truk listrik juga menawarkan margin yang lebih tinggi. Samuel memperkirakan margin laba kotor (gross profit margin/GPM) e-truck mencapai sekitar 20 persen, jauh di atas margin bus listrik yang berada di kisaran 8 persen. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi pendorong peningkatan profitabilitas VKTR dalam jangka panjang.

VKTR juga memiliki keunggulan melalui sinergi dengan grup usaha Bakrie. Perusahaan-perusahaan afiliasi seperti PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) berpotensi menjadi pengguna awal truk listrik VKTR. 

Selain menciptakan permintaan awal, implementasi di lingkungan Grup Bakrie juga dapat memperkuat rekam jejak produk, meningkatkan kesiapan layanan purna jual, serta mendukung pemenuhan TKDN.

Di sisi pendanaan, VKTR berencana menggelar rights issue untuk mendukung pengembangan bisnis e-Mobility as a Service (e-MaaS) melalui anak usahanya, SEI. Model bisnis ini menawarkan penyewaan bus listrik dan truk listrik sehingga pelanggan tidak perlu mengeluarkan belanja modal besar di awal.

Sekitar 80 persen dana hasil rights issue akan dialokasikan untuk belanja modal SEI, sedangkan 20 persen sisanya digunakan sebagai modal kerja. Perseroan juga telah mengantongi nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah calon pelanggan, termasuk DEWA, untuk mendukung pengembangan model bisnis tersebut.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement